Sunday, June 2, 2019

Mengenal Bahan Dasar Patiseri

Jenis bahan yang digunakan dibagian pengolahan patiseri sangat beragam dan masing-masing bahan dan alat tersebut sangat mempengaruhi kualitas hasil. Tujuan mempelajari bahan yang akan digunakan dalam pengolahan makanan akan memudahkan saat: pembelian, pengontrolan, dan bisa menyesuaikan bahan tersebut dengan resep. Dengan demikian produk dapat dibuat dengan hasil yang sesuai seperti yang diharapkan tanpa mengalami kesulitan. Macam-macam dari bahan pada pengolahan patiseri akan dijelaskan pada bab ini kecuali bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan kue-kue Indonesia (ada pada bab kue Indonesia).

Adapun macam-macam bahan tersebut adalah sebagai berikut :

A. Tepung-tepungan (terigu, beras, maizena, tapioca, ketan)
B. Air
C. Ragi
D. Gula
E. Garam
F. Lemak (margarine, mentega, shortening, minyak)
G. Susu
H. Telur
I. Cokelat
J. Bahan pengembang kimia
K. Rempah-Rempah
L. Bahan pemberi rasa dan aroma
M. Bahan pembentuk
N. Buah, kecang-kacangan dan manisan.

A. TEPUNG

1. Tepung Terigu
Tepung terigu merupakan hasil olahan dari gandum. Tepung terigu digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan roti, biscuit/cookies, cake, pastry, muffins, makaroni, spaghetti, waffles, makanan siap saji dan makanan bayi dan beberapa kue-kue Indonesia. Tanpa tepung terigu kita tidak akan dapat membuat produk bakery dengan baik.

Tepung terigu berdasarkan kandungan protein digolongkan pada tiga (3) macam yaitu:

a. Hard flour (terigu protein tinggi)

Tepung terigu yang mempunyai kadar gluten antara 12% – 13%. Tepung ini diperoleh dari gandum keras (hard wheat). Tingginya kadar protein menjadikan sifatnya mudah dicampur, difermentasikan, daya serap airnya tinggi, elastis dan mudah digiling. Karakteristik ini menjadikan tepung terigu hard wheat sangat cocok untuk bahan baku roti, mie dan pasta karena sifatnya elastis dan mudah difermentasikan. Kandungan glutennya yang tinggi akan membentuk jaringan elastis selama proses pengadukan. Pada tahap fermentasi gas yang terbentuk oleh ragi akan tertahan oleh jaringan gluten, hasilnya adonan roti akan mengembang besar dan empuk teksturnya.

Tepung hard flour ini mempunyai sifat-sifat :

1) Mampu menyerap air dalam jumlah yang relative tinggi dan drajat pengembangan yang tinggi.
2) Memerlukan waktu pengadukan yang lama
3) Memerlukan hanya sedikit ragi.

b. Medium flour (terigu protein sedang)

Jenis terigu medium wheat mengandung 10%-11%. Sebagian orang mengenalnya dengan sebutan all-purpose flour atau tepung serba guna. Dibuat dari campuran tepung terigu hard wheat dan soft wheat sehingga karakteristiknya diantara kedua jenis tepung tersebut. Tepung ini cocok untuk membuat adonan fermentasi dengan tingkat pengembangan sedang, seperti donat, bakpau, wafel, panada atau aneka cake dan muffin.

c. Soft Flour

Tepung ini dibuat dari gandum lunak dengan kandungan protein gluten 8%-9%. Sifatnya, memiliki daya serap air yang rendah sehingga akan menghasilkan adonan yang sukar diuleni, tidak elastis, lengket dan daya pengembangannya rendah serta penggunaan ragi yang banyak. Cocok untuk membuat kue kering (cookies/biscuit), pastel dan kue-kue yang tidak memerlukan proses fermentasi. Jenis tepung lunak memiliki persentase gluten yang rendah, adonan kurang elastis dan tidak baik menahan gas. Tetapi tepung lunak ini memerlukan energi yang lebih kecil dalam pencampuran dan pengocokan adonan dibandingkan dengan jenis tepung keras.

Tepung terigu dapat juga diperkaya dengan bahan bahan lainnya dengan tujuan tertentu yaitu :

• Self Raising Flour.
Jenis tepung terigu yang sudah ditambahkan bahan pengembang dan garam. Penambahan ini menjadikan sifat tepung lebih stabil dan tidak perlu menambahkan pengembang lagi ke dalam adonan. Jika sukar didapat, tambahkan satu sendok teh baking powder ke dalam sekilo tepung sebagai gantinya. Self raising flour sangat cocok untuk membuat cake, muffin, dan kue kering.

• Enriched Flour
Enriched Flour adalah tepung terigu yang disubstitusi dengan beragam vitamin atau mineral dengan tujuan memperbaiki nilai gizi. Biasanya harganya relatif lebih mahal. Cocok untuk kue kering dan bolu.

• Whole Meal Flour
Tepung ini biasanya dibuat dari biji gandum utuh termasuk dedak dan lembaganya sehingga warna tepung lebih gelap/krem. Terigu whole meal sangat cocok untuk makanan kesehatan dan menu diet karena kandungan serat (fiber) dan proteinya sangat tinggi.
Kelebihan gandum dibandingkan dengan jenis padi-padian yang lain terletak pada sifat pembentukan glutennya. Protein yang terkandung di bagian luar biji gandum (aleurone) lebih kuat dan lebih keras daripada yang terkandung pada bagian dalam (endosperm). Namun demikian mutu protein ini dapat berbeda, tergantung jenis gandum yang digiling dan kondisi pertumbuhan tanaman itu. Untuk menentukan sifat-sifat tepung pada waktu pembuatan roti atau kue, kualitas protein lebih penting daripada kuanlitasnya. Dengan kata lain, kuantitas protein tidak dapat menjadi mutu roti atau kue yang dibuat dengan tepung itu.

Selain hal diatas ada juga yang membagi terigu menjadi 6 jenis untuk pembuatan produk bakery tapi yang paling umum tepung terigu terbagi 3 jenis (hard, medium dan soft). Keenam jenis tepung terigu tersebut adalah:

1) Wholemeals dan Wheatmeals

Tepung jenis ini diperoleh dari pengutipan sari antara 90% s/d 100%. Wholemeals mengandung 100% gandum, sedangkan pada wheatmeals, germ sudah dipisahkan, termasuk sebagai barn, tergantung dari ekstraksi yang dilakukan. Karena sebagian germ dan atau bran sudah dipisahkan, maka persentase protein menjadi lebih sedikit. Dengan sendirinya adonan menjadi berkurang daya pemekarannya. Jadi, produk yang dihasilkan akan memiliki volume yang lebih kecil.

2) Strong Flours

Tepung ini diperoleh dari gadum yang kaya akan protein yang berkualitas baik. Gandum untuk tepung ini tumbuh di daerah yang tanahnya banyak mengandung nitrogen, banyak curah hujan, dan cukup sinar matahari pada saat tumbuhan gandum itu masak dan dipanen, seperti Kanada, sebagian USA, negara-negara bagian bekas Uni Soviet, dan sebagian negara-negara Eropa. Gandum keras sesuai untuk bahan pembuat roti, puff pastry, choux pastry, dan fancy tea breads.

3) Medium /Strong Flours

Tepung jenis ini diperoleh dari hasil penggilingan gandum yang berasal dari Argentina, dari daerah-daerah yang dialiri Sungai River Plate. Australia juga menghasilkan gandum yang jenis ini, dengan tepung yang berwarna bagus. Untuk mendapatkan medium strong flour dengan sebagian soft flour.

4) Soft/Weak Flours

Pada umumnya tepung jenis ini didapatkan dari penggilingan gan- dum yang berasal dari Eropa, meskipun ada juga yang berasal dari negara Pasifik seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Australia. Karena gandum ini mengandung sedikit gluten, maka sesuai untuk membuat biskuit atau rich cakes yang banyak mengandung fat maupun telur. Selain itu, jenis produk ini tidak memerlukan elastisitas maupun ekstensibilitas dari gluten, seperti juga untuk produk-produk lain seperti short pastry, short breads dan rich biscuits.

5) Special Cake Flours

Tepung jenis ini dikenal dengan nama high ratio flour karena sangat sesuai untuk membuat cake dengan presentase gula, telur, dan milk yang sangat tinggi dengan remah yang empuk. Cake ini tidak lekas membusuk. Tepung untuk cake ini dihasilkan dari gandum yang bermutu tinggi dan mempunyai daya serap yang tinggi terhadap zat cair.

6) Fractionated atau High Protein Flour

Tepung jenis ini didapatkan dengan teknik penggilingan baru dimana kandungan kualitas maupun kuantitas protein tepung dapat dikontrol. Penyimpanan tepung ini harus benar-benar bagus. Ventilasi harus baik dan sekaligus terlindung dari kutu. Suhu ruangan berkisar 60°F - 70°F dan kelembaban udara ± 60%. Ruangan harus mudah dibersihkan dan tembok harus di cat untuk mencegah tumbuhnya jamur.

Ciri-ciri Tepung
Untuk menghasilkan produk yang bermutu tinggi dibutuhkan tepung yang bermutu tinggi. Tepung ini dapat dikenali dengan melihat warna, kekuatan, kemudahan, dalam menyesuaikan diri, daya serap, dan keseragaman.

1) Colour
Tepung yang baik memiliki warna sedikit agak krem. Kalau tidak maka remah roti yang dihasilkannya akan berwarna putih. Proses bleaching selama penggilingan gandum digunakan untuk mengontrol tingkat warna tepung yang dihasilkan. Dalam hal pembuatan roti, warna itu dapat dikontrol dengan mengubah formula atau resepnya, mengolah adonan dengan mesin, dan dengan menambahkan bahan yang dapat mempengaruhi warna tepung.

2) Strength
Orang sering menyebut adanya tepung kuat (strong flour) dan tepung lemah (soft/weak flour). Istilah ini didasarkan atas kemampuan tepung untuk menghasilkan roti yang padat besar, yang mengembang dengan baik. Untuk yang mendapatkan roti yang bermutu, tepung kuat memerlukan masa peragian yang lebih lama daripada tepung lemah. Mutu tepung ditentukan oleh lamnya peragian itu berlangsung. Tepung roti harus sedemikian rupa sehingga adonan yang di buat darinya memiliki bentuk yang tetap.

3) Tolerance
Tepung harus mampu menahan proses peragian dan menghasilkan roti yang memuaskan di atas waktu yang pada umumnya diperlukan untuk mencapai tingkat kematangan yang tepat.

4) High Absorption
Hal ini berkaitan dengan kemampuan tepung untuk menyerap dan menahan sejumlah air sampai batas maksimal tanpa pencampuran (mixing) tambahan guna mengembangkan adonan. Bila adonan tidak mendapat cukup waktu, karena terbatasnya kapasitas pencam- puran atau oleh sebab-sebab lain, maka volume roti yang dihasilkan akan berkurang, remahnya kering, rasa serta daya simpannya merosot.

5) Uniformity
Keseragaman juga merupakan masalah penting yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Jika tepung tidak memiliki keseragaman maka diperlukan perubahan dan pengawasan yang terus-menerus secara seksama. Hal ini tentu merupakan pemborosan tenaga yang tidak sedikit nilainya.

Sebagai bahan pengetahuan tambahan, dapat disebutkan di sini bahwa tepung yang baik akan mempunyai komposisi sebagai berikut : Kadar air : 13% Kadar protein : 12 – 13% Kadar hidrat arang : 72 – 73% Kadar lemak : 1½ %

Protein tepung terigu yang berperan dalam pembentukan adonan adalah gluten. Gluten tidak terdapat pada biji gandum ataupun pada tepung terigu, akan tetapi gluten terbentuk bila gliadin bereaksi dengan air. Glutenin merupakan fraksi protein yang memberikan kepadatan dan kekuatan pada adonan untuk menahan gas pada pengembangan adonan serta berperan dalam pembentukan struktur adonan. Sedangkan gliadin adalah fraksi protein yang memberikan sifat lembut dan elastis. Gliadin larut di dalam alkohol 70 % sedangkan glutenin tidak larut di da- lam alkohol dan air. Selain glutenin dan gliadin, tepung terigu mengandung pula 3 jenis protein lain yaitu albumin, globulin dan proteose. Kandungan protein-protein ini dalam tepung terigu tidak lebih dari 1-2 % dan hanya berfungsi untuk menunjang kebutuhan khamir akan nitrogen selama fermentasi.

Tepung terigu memiliki kandungan protein unik yang membentuk suatu massa lengket dan elastis ketika dibasahi air. Protein tersebut dikenal sebagai gluten. Gluten merupakan campuran antara dua kelompok atau jenis protein gandum, yaitu glutenin dan gliadin. Glutenin memberikan sifat-sifat yang tegar dan gliadin memberikan sifat yang lengket sehingga mampu memerangkap gas yang terbentuk selama proses pengembangan adonan dan membentuk struktur remah produk.

Penyimpanan Tepung

Penyimpanan tepung dapat dilakukan dengan berbagai cara. Penyimpanan yang baik merupakan cara hemat untuk mengatasi masa- masa sulit. Fungsi penyimpanan ini yaitu agar warnanya terus berkembang sampai matang, saat harga tepung sedang rendah, pengusaha patiseri sering membeli tepung lebih banyak dari kebutuhan. Dengan tepung yang cukup umur maka pengusaha akan memperoleh absorpsi yang lebih baik dan mixing yang lebih seragam. Bagaimana menyimpan tepung secara tepat merupakan masalah pokok bagi para pengusaha. Agar tepung yang disimpan dapat bertahan lama, maka perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

1) Karung tepung yang di tumpuk diatas lantai harus dialasi papan atau penyangga.
2) Gudang harus mempunyai ventilasi yang baik yang memungkinkan pertukaran udara segar di sekitar timbunan tepung.
3) Tepung harus terhindar dari sinar matahari langsung.
4) Udara tidak boleh terlalu kering dan terlalu lembab, berkisar antara 55-65%.
5) Suhu yang berkisar antara 19ºC - 24ºC.

Produk patiseri umumnya berbasis pati, untuk itu diperlukan pengetahuan tentang pati. Pati merupakan komponen penting dari karbohidrat umumnya berasal dari tepung-tepungan yang berperan penting dalam pengolahan dan industri makanan. Pati komersial dibuat dari biji-bijian seperti jagung, gandum dan beras, serta umbi-umbian seperti ubi kayu, ubi jalar, kentang.

Sifat-Sifat Pati

Pati yang terdapat dalam tanaman berbentuk granula. Pati memiliki bentuk, diameter granula, kadar amilosa dan amilopektin, serta sifat berifringence yang beragam menurut sumber tanamannya. Ukuran granula pati mempunyai peranan penting dalam industri pangan termasuk patiseri. Sebagai contoh granula pati yang memiliki diameter granula 2 μm dapat digunakan untuk subtitusi lemak karena mempunyai ukuran yang sama dengan misel lemak.

Pati merupakan homopolimer glucose dengan ikatan α glikosidik. Pati terdiri dari dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas, fraksi terlarut disebut amilosa dan fraksi tak larut disebut amilopektin. Kadar amilosa dan amilopektik bervariasi tergantung dari sumbernya.

2. Tepung Beras
Tepung beras merupakan bahan pokok yang sangat penting dalam pembuatan kue-kue Indonesia. Dengan munculnya tepung beras yang halus dan kering dipasaran, maka tepung beras untuk pembuatan kue-kue sangat mudah untuk didapat. Kualitas kue yang dibuat dari tepung beras yang baru ditumbuk lebih baik dibandingkan dengan kue yang dibuat dari tepung beras kering yang banyak dijual dipasaran.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian tepung beras sebagai bahan dasar kue :

a. Sebaiknya menggunakan tepung yang halus dan baru ditumbuk. Agar tepung tidak cepat menjadi asam, letakkan beberapa lombok merah utuh atau sobekan-sobekan daun pisang di dalam tepung.
b. Adonan dari tepung beras sebaiknya dibuat dengan menggunakan cairan panas agar kue yang dihasilkan tidak keras dan adonan tidak mengendap kecuali adonan yang harus difermentasi menggunakan tape dan ragi
c. Untuk adonan dari tepung beras jenis keras, tambahkan sedikit te- pung kanji supaya tidak kaku.
d. Memasak kue dari tepung beras harus sampai tanak betul agar enak, kenyal dan tidak cepat basi.

3. Tepung Ketan
Tepung ketan merupakan bahan pokok pembuatan kue-kue Indonesia yang banyak digunakan sebagaimana juga hal dengan tepung beras. Tepung ketan saat ini sangat mudah untuk mendapatkannnya karena banyak dijual dipasaran dalam bentuk tepung yang halus dan kering. Tepung ketan memiliki amilopektin yang lebih besar dibandingkan dengan tepung-tepung lainnya. Amilopektin inilah yang menyebabkan tepung ketan (beras ketan) lebih pulen dibandingkan dengan tepung lainnya. Makin tinggi kandungan amilopektin pada pati maka makin pulen pati tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan tepung ketan adalah:

a. Pilih tepung ketan yang murni tidak berasal dari beras ketan yang tercampur dengan beras, halus dan sebaiknya baru ditumbuk untuk kue-kue tertentu. Tepung ketan yang tidak murni akan menghasilkan kue yang keras atau kaku dan kurang mengembang bila digoreng.
b. Pembuatan adonan dari tepung ketan sebaiknya menggunakan air yang suam-suam kuku agar adonan mudah dibentuk tetapi tidak melengket pada jari-jari, misalnya pada waktu membentuk kue kelepon.
c. Kue yang terbuat dari tepung ketan tidak boleh dimasak terlalu lama untuk menghindari agar kue jangan sampai pecah dan bentuknya tidak berubah kerena sifat ketan cepat masak seperti pada pembuatan kelepon dan kue ku.

4. Tepung tapioka
Tepung tapioka (di pasaran sering dikenal dengan nama tepung kanji) adalah tepung yang terbuat dari ubi kayu/singkong. Pembuatan dilakukan dengan cara diparut, diperas, dicuci, diendapkan, diambil sari patinya, lalu dijemur/keringkan. Sifat tepung kanji, apabila dicampur dengan air panas akan menjadi liat/seperti lem. Tepung tapioka disebut juga tepung kanji atau tepung sagu (sagu singkong). Tepung tapioka akan memiliki perlakuan berbeda untuk setiap jenis kue karena sifat yang dimiliki tepung tersebut.

5. Tepung Maizena
Tepung maizena meski jarang sekali digunakan sebagai bahan utama pada pembuatan cake dan cookies, tapi selalu menjadi bahan pembantu untuk mendapatkan tekstur sempurna. Pada resep cookies maizena dipakai sebagai bahan pembantu “merenyahkan”, sedangkan pada resep cake, maizena adalah bahan pembantu untuk “melembutkan”. Penggunaanya berkisar 10% s/d 20% saja dari bahan tepung terigunya, sebab kalau terlalu banyak cake dan cookies akan mudah berjamur atau tidak awet.

Sumber buku : Farida, Anni ,dkk. 2018. Patiseri jilid 1. Jakarta: Direktorat SMK.

Saturday, June 1, 2019

Wajib ketahui Apa itu Patiseri??

A. PENGERTIAN

Pengolahan dan penyajian makanan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Makanan yang diolah dengan baik, disajikan dengan bentuk yang menarik akan dapat menimbulkan rangsangan bagi seseorang untuk menikmatinya. Makanan yang enak, belum tentu menarik perhatian. Oleh karena itu timbulnya keinginan untuk mencicipi makanan sangat dipengaruhi oleh tampilan dari makanan tersebut.

Kualitas suatu makanan ditentukan oleh berbagai faktor, seperti bentuk, aroma, rasa, tekstur, warna, penampakan dan kandungan gizi- nya. Pertama sekali seseorang memilih makanan, didahului oleh pancaindera penglihatan. Warna dan penampilan makanan yang menarik dan menimbulkan selera, merupakan daya tarik tersendiri bagi seseorang untuk mencicipi makanan tersebut. Berbagai ilmu dipelajari untuk dapat menyajikan makanan dengan kualitas yang baik. Saat ini pengetahuan dalam pengolahan dan penyajian makanan tidak hanya mempelajari bagaimana makanan itu bisa tersaji dan dapat dinikmati, tapi juga harus memerlukan sentuhan teknologi dan seni.

”Patiseri” merupakan salah satu pengetahuan dalam pengolahan dan penyajian makanan, khususnya mengolah dan menyajikan berbagai jenis kue. Patiseri berasal dari Bahasa Perancis yaitu ” Pұtisserie” yang artinya kue-kue. Dengan demikian patiseri dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang seluk beluk kue baik kue kontinen, oriental maupun kue Indonesia mulai dari persiapan, pengolahan sampai pada penyajiannya. Saat ini patiseri dipelajari sebagai suatu ilmu dan seni dalam mengolah dan menyajikan berbagai macam kue baik kue-kue tradisional maupun modern. Kue dapat disajikan dalam berbagai kesempatan, selain memberikan rasa kenyang, juga kue berfungsi sebagai dekorasi ataupun hiasan. Sekarang ini mutu dan rasa kue telah jauh berbeda.
Dengan wawasan yang berkembang, manusia menambahkan dan mencampurkan bermacam-macam bahan serta aroma, sehingga menimbulkan variasi dari patiseri yang begitu luas. Variasi patiseri juga dapat dibentuk dengan berbagai teknik dan metode pengolahan yang berbeda. Namun variasi tersebut tidak dapat dipisahkan dari seni dan keindahan

B. RUANG LINGKUP

Pengolahan dan penyajian kue banyak dipengaruhi oleh metode pengolahan, bahan yang digunakan serta seni dalam menampilkan kue membedakan satu jenis kue dengan jenis kue lainnya. Begitu juga dengan penggunaan metode dalam pengolahan. Bahan yang sama dengan metode pengolahan yang berbeda juga akan memberikan variasi baru pada kue, yang pada akhirnya dapat memberikan ciri khas pada kue tertentu. Jenis kue yang sama dengan sentuhan seni akan memberikan nuansa tersendiri dalam tampilan sebuah makanan. Tidak terkecuali dengan kue, dekorasi dan bentuk dari kue yang dibuat dengan seni yang baik, membuat kue tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

Pada pengolahan makanan secara umum dan produk patiseri khususnya pengetahuan tentang Hygiene dan Sanitasi sangat menentukan kualitas produk. Hygiene dan sanitasi bertujuan untuk aman dan juga awet dengan masa simpan yang cukup. Pengolahan makanan tidak hanya harus mampu memilih teknik pengolahan yang tepat, tetapi juga harus didukung oleh penerapan hygiene dan sanitasi yang efektif. Disamping hygiene dan sanitasi yang merupakan hal penting dan harus diperhatikan dalam pengolahan makanan, faktor kesehatan dan keselamatan kerja juga tidak kalah penting untuk dipahami, direncanakan dan diterapkan. Hal ini bertujuan agar erat kaitannya dengan keamanan dan kenyamanan tenaga kerja, dengan demikian erat hu- bungannya dengan kemanusiaan. Agar produk makanan terutama kue-kue memiliki kualitas yang baik dan memiliki daya simpan yang lama, maka pengetahuan tentang teknik pengolahan bahan makanan sangat dibutuhkan. Untuk produk- produk tertentu, cara/teknik pengolahan akan berbeda dengan produk yang lain kerena hal itu merupakan cir dan karakteristik suatu produk.

Selain itu penerimaan dan penyimpanan bahan baku juga termasuk hal yang menentukan akan kualitas produk. Pennganan yang tidak baik terhadap bahan makanan, akan berakibat kualitas produk hasil olahan tidak baik atau bahkan gagal.

Patiseri terbagi dua, yaitu kue–kue oriental dan kue-kue continental. Kue-kue Indonesia termasuk jenis kue oriental, sedangkan yang termasuk kue continental adalah, Yeast Products, Breads, Cake and Icings, Cookies, Pastries, Cream, Puding, Frozen Dessert, Candy. Perbedaan kue continental dengan kue oriental salah satunya terletak pada lemak yang digunakan. Kue kontinental pada umumnya menggunakan lemak padat seperti, margarine, mentega dan shortening. Kue oriental pada umumnya menggunakan lemak cair, seperti santan dan minyak.

Patiseri dalam penyajiannya sering menggunakan hiasan. Tujuan pemberian hiasan adalah untuk  meningkatkan kualitas kue dalam hal penampilan, rasa, rupa dan bentuk, menutup kekurangan pada bentuk fisik yang kurang menarik, menyatakan ungkapan/ maksud meng hias kue (ucapan selamat), menjadi pusat perhatian (centre of interest). Dekorasi patiseri pada umumnya menggunakan icing, baik sebagai bahan penutup dapat juga digunakan sebagai bahan pelapis dan mem- buat dekorasi lainnya. Jenis-jenis produk yang termasuk patiseri adalah:

1. Bakery

Bakery termasuk bagian dari patiseri yang terdiri dari roti, cake, pastry, dan cookies. Saat ini berbagai produk bakery sangat mudah dijumpai dan mudah untuk dibuat. Bakery dengan tampilan yang menarik dapat meningkatkan daya jual produk tersebut. Produk-produk bakery dibuat dengan menggunakan berbagai bahan dasar seperti; terigu, lemak, gula, telur, garam, dan cairan (dapat berupa air atau susu).

2. Yeast Product

Yeast Product adalah produk patiseri yang menggunakan ragi sebagai bahan pengembang. Bahan utama yang digunakan adalah tepung dan cairan, dengan penambahan ragi sebagai bahan pengembang, diistirahatkan untuk beberapa waktu sebelum dibakar. Bahan pengembang yang umum digunakan ada dua jenis yaitu, yeast (ragi) dan chemical agent (bahan pengembang kimia) seperti baking powder, baking soda. Yeast product (produk kue beragi) selain menggunakan terigu juga dapat menggunakan berbagai macam tepung, seperti tepung beras (apem, serabi, kue mangkok, dll), tepung tapioka (bika ambon). Adonan yeast product terbagi dalam dua macam, yaitu adonan cair dan adonan padat.

3. Breads (roti)

Breads (roti) istilah untuk berbagai jenis roti, seperti rolls, dough nut, quick bread dan lain-lain. Bahan utama pembuatan roti sangat sederhana, yaitu terigu, air, garam dan ragi. Roti yang dihasilkan tergantung dari bahan dan metode pengolahan yang digunakan. Perubahan metode memberikan ciri tersendiri pada roti yang dihasilkan. Metode- metode yang digunakan dalam pengolahan roti adalah straight dough method, sponge method, dan modified straight dough method.

4. Quick bread

Quick bread merupakan solusi yang baik dalam menyajikan roti yang cepat dan praktis. Namun untuk membuat jenis roti ini memerlukan lebih banyak bahan dan biaya dibandingkan dengan jenis roti lainnya. Selain itu quick bread dapat dibuat dengan variasi bahan yang tidak terbatas. Quick bread ini dapat diolah dengan variasi bahan seperti terigu, tepung gandum yang kasar, tepung jagung, bran, oatmeal dan dapat ditambahkan buah-buahan, kacang-kacangan dan rempah-rempah dengan proses pembuatan yang relatif singkat .

5. Cake

Kategori kue yang juga tergolong dalam patiseri adalah cake. Cake adalah kue yang kaya akan rasa. Dalam pembuatan cake banyak menggunakan lemak dan gula sebagai pembentuk struktur cake. Struktur cake sangat ditentukan oleh bahan yang digunakan. Sebagian besar proses pembuatan cake relative mudah, penggunaan formula yang tepat, ukuran bahan yang tepat dan keseimbangan penggunaan bahan serta metode yang benar akan menghasilkan cake yang baik. Jenis formula pada cake ada dua, yaitu high fat cake dan low fat cake. Sedang metode pembuatannya ada lima yaitu creaming method, two stage method (high fat cake), sponge method, angel food method dan chiffon method ( low fat cake). Cake disajikan dalam bentuk potongan ataupun irisan. Cake juga sering disajikan secara utuh untuk digunakan dalam acara pesta atau sebagai hiasan.

6. Cookies

Jenis kue lainnya yang termasuk dalam patiseri adalah cookies atau kue kering. Cookies adalah kue manis berukuran kecil-kecil terbuat dari adonan solid dan liquid dan mempunyai sifat yang tahan lama. Karena sifatnya yang tahan lama, kue kering tidak diisi dengan krim. Umumnya kualitas kue kering diketahui melalui ukuran, rasa dan tekstur. Metode pembuatan cookies ada tiga yaitu, one stage methode, creaming method dan sponge method. Sedangkan variasi cookies diklasifikasikan berdasarkan teknik penanganan adonannya. Teknis persiapan dan penanganan adonan terbagi kedalam enam (6) bagian : Drop, Bar, Rolled atau Cut-out, Molded, Pressed dan Wafer.

7. Pastry

Jenis adonan lain dari pastry dikenal dengan istilah paste yang
terbuat dari campuran tepung terigu, cairan dan lemak. Dalam praktik, pastry mengacu kepada dua kelompok adonan yaitu Dough and batters, adonan keras dan adonan lunak, dan banyak lagi produk turunannya. Kelompok adonan keras terdiri dari Puff Pastry, Danish dan Croissant, Strudel, Short Paste. Sedangkan kelompok adonan lunak terdiri dari Choux paste.
Istilah Pastry Dough and Batters merupakan adonan untuk digunakan berbagai produk pastry yang variatif. Pie dough, short dough dan puff pastry adalah hanya sebagian contoh dari produk pastry, yang semuanya terbuat dari bahan dasar yang sama, tetapi berbeda dalam teknik pembuatannya. Sedangkan Pastry Batters (adonan lunak) seperti adonan crepe atau choux paste digunakan untuk membuat produk pastry/dessert klasik maupun kontemporer.

Selain dari pada jenis-jenis produk yang termasuk patiseri yang sudah diuraikan di atas, ada lagi beberapa produk lain yang termasuk dan sangat sering digunakan sebagai pelengkap produk patiseri yaitu :

1. Cream

Cream merupakan istilah dari produk patiseri yang menggu-
nakan telur, susu dan gula. Apabila campuran tersebut dipanggang akan menghasilkan dessert crème Brulee atau Cream Caramel. Dan apabila bahan-bahan yang sama dicampurkan atau dimasak dengan api kom- por, maka akan diperoleh vanilla sauce atau Créme anglaise dan pastry cream.

2. Pastry cream

Pastry cream digunakan sebagai bahan pengisi atau pelapis kue. Bahan-bahan seperti maizena atau sejenisnya dapat ditambahkan untuk menghasilkan tekstur yang lain mulai dari jenis produk yang dimakan dengan menggunakan sendok sampai produk yang diiris.

3. Meringue

Meringue apabila ditambahkan ke dalam cream tersebut atau whipped cream akan menghasilkan mousse, Bavarian cream, Diplomat Cream atau Souffle. Bahan setengah jadi yang juga banyak digunakan dipatiseri adalah Icing, Glazes, dan Sauces. Dengan menggunakan icings, glazes, atau sauce dapat memberikan makna yang berbeda an- tara kue setelah dipanggang yang langsung disajikan dengan kue yang setelah dipanggang masih diberikan hiasan untuk disajikan sebagai dessert.

4. Butter cream

Butter cream adalah bahan vital setengah jadi di bagian patiseri, yang digunakan sebagai bahan pengisi maupun penutup kue (icing). Butter cream terbagi kedalam tiga (3) jenis : Italian Buttercream, German Butter cream dan French Buttercream, masing-masing memiliki karakter yang berbeda dan cocok digunakan untuk jenis produk yang berbeda. Jenis icing yang lain terbuat dari campuran cream cheese, butter dan gula tepung. Chantilly cream yang menggunakan bahan dasar fresh cream yang dikocok dengan penambahan gula, tepung, whipping cream hanya dengan mengocok fresh cream, hingga pada konsistensi yang diinginkan. Whipped cream digunakan sebagai bahan pengisi, melapisi maupun menghias kue, kue tart dan French pastry.

5. Glazing

Istilah Glazing yang digunakan pada patiseri adalah menutup produk patiseri dengan memberi lapisan tipis dipermukaan produk, bahan yang digunakan bisa dengan fondant, ganache dan selai atau bahan pelapis yang mengandung bahan dasar gelatin. Selanjutnya dalam menggunakan dan memilih saus hendaknya yang dapat memperkuat tampilan kue atau dessert.
Beberapa jenis sauce yang dapat ditemukan di dapur patiseri adalah termasuk jenis custard (vanilla sauce atau crème anglaise), sabayon, chocolate, buah (segar, yang dibekukan atau yang dikering- kan), caramel dan pengurangan kandungan cairan dari suatu produk. Puding juga merupakan salah satu jenis kue yang tergolong dalam patiseri. Puding dapat disajikan dalam berbagai kesempatan dengan berbagai variasi rasa, bentuk dan tekstur. Puding adalah jenis kue yang berasal dari adonan cair maupun setengah padat, yang dimasak dan kemudian dibekukan dalam cetakan berbagai ukuran.

Puding dapat disajikan dalam ukuran kecil maupun besar. Pada umumnya penyajian puding dilengkapi dengan saus seperti custard sauce, fruits purees, syrup dan vanilla sauce. Secara garis besar puding terbagi dua yaitu puding panas (baked pudding) dan puding dingin (starch thickened pudding). Puding panas menggunakan telur sebagai bahan pengikat dan pengental, sedangkan puding dingin menggunakan agar-agar atau gelatin. Puding panas menggunakan teknik pengolahan dengan cara baking, steaming dan au bain marie, sedangkan puding dingin diolah dengan cara boiling. Puding panas dapat disajikan dalam keadaan panas maupun dingin, sedangkan puding dingin, selalu disaji- kan dalam keadaan dingin.
Produk lain dari patiseri adalah Frozen Dessert, merupakan dessert yang disajikan dalam keadaan beku. Jenis Frozen dessert yang paling populer adalah es krim dengan bahan dasar susu, cream, gula, dan kuning telur, untuk variasi dapat ditambahkan cokelat, buah, kacang dan lain-lain. Selain jenis es krim ada juga jenis frozen dessert yang lain yaitu shorbert (sorbet), granita, molded frozen dessert. Ice cream yang baik akan terasa sangat lembut dan meleleh di dalam mulut. Ice cream dalam pengolahannya dapat diberi variasi rasa dari bahan yang ditambahkan saat proses pengolahan, seperti penggunaan buah-buahan, cokelat maupun kacang-kacangan.
Ice cream dapat digunakan sebagai pelengkap dan hiasan dalam menyajikan makanan penutup dan minuman.

Permen (boiled sweet) dan cokelat merupakan salah satu produk pangan yang digemari. Produk ini termasuk golongan patiseri dengan prinsip pemekatan gula. Patiseri yang satu ini kaya gula sehingga perlu penanganan khusus (pengolahan dan penyimpanan). Sebagai produk confectionery, permen dibedakan menjadi dua golongan berdasarkan bahan bakunya, yaitu sugar confectionery dan chocolate confectionery. Sesuai dengan namanya, penggolongan itu didasarkan pada jenis bahan baku utamanya. Sugar confectionery bahan bakunya berbasis gula, sedangkan chocolate confectionery merupakan permen dengan basis bahan baku cokelat. Selain itu, penggolongan candy juga dapat didasarkan pada perbedaan tekstur (hard dan soft) dan cara pengolahannya. Coklat selain dibuat menjadi permen dapat juga menjadi bahan pengisi dan pelapis.

Sumber buku : Farida, Anni ,dkk. 2018. Patiseri jilid 1. Jakarta: Direktorat SMK.

Wednesday, May 8, 2019

Memanfaatkan Produktifitas Manusia di bulan ramadhan Tanpa Makan 15 Jam

Foto: pixabay.com

Salah satu penyebab kenapa kita kurang produktif yaitu karena selalu tergantung kepada makanan. Setiap kita lapar pasti lemah dalam bekerja sehingga perlu mengisi energi lewat makan. Bayangkan dalam sehari semalam kita membutuhkan 3 kali makan yang teratur maupun lebih sehingga kebanyakan waktu kita habiskan hanya duduk di depan meja. Dalam sesi makan kita membutuhkan 30 menit waktu menghabiskan makan siang dan malam belum lagi bila bersama teman-teman atau keluarga tentu saja menyita waktu yang sedikit lama yang dipenuhi berbagai perbincangan dalam proses makan tadi.

Di bulan Ramadan ini kita benar-benar  perlu fokus dalam menjalankan sesuatu tanpa terlalu mengingat makan. Hal ini dikarenakan puasa yang dijalankan mulai dari jam 4 subuh sampai jam 6 tanpa makan dan minum yang membuat kita tidak terlalu pusing dan tetap fokus menjalanan pekerjaan. Tentu hal ini akan menghemat waktu dan tenaga.

Waktu luang yang banyak di bulan Ramadhan sebaiknya diisi dengan hal yang positif ketimbang melakukan sesuatu yang hanya bersifat nyeleneh. Salah satu hal yang dilakukan oleh banyak orang di kampung saat menunggu waktu buka puasa yaitu main domino/kartu. Tentu bemain domino bersifat kurang bermanfaat dan maksimal. Alangkah baiknya bila diisi dengan belajar mengaji dan membaca buku. Bila kita benar-benar memanfaatkan waktu yang ada misalnya hendak menghapal Alquran, maka pastilah akan tercapai hingga 30 hari karena begitu banyaknya waktu yang kita miliki di bulan Ramadhan. Jangan juga hanya menghabiskan waktu dari pagi sampai malam hanya dengann tidur meskipun itu bernilai ibadah. Tidur merupakan pilihan lain bila tidak ada kegiatan lain di bulan puasa. Carilah yang lebih bernilai manfaat terutama bagi kita para remaja dan anak muda.
Seandainya manusia itu tidak perlu makan dan minum tentu saja tidaklah repot-repot kita. Tetapi kita juga patut bersyukur di bulan ramadan untuk menjalankan puasa dan tidak makan selama 15 jam. Sesungguhnya banyak juga orang yang mengaku kuat di bulan Ramadhan bekerja seperti hari biasanya.


Sumber : analisa A. H. Adiansyah

Masako Campur Telur Rebus, Berbahaya Jangan dicoba !.

Foto: pexels.com

Mungkin selama ini kita hanya menikmati telur goreng atau mata sapi yang dicampur dengan masako sebagai pelezat masakan. Masako memang digunakan di berbagai jenis masakan sebagai pelezat rasa gurih seperti pada masakan sayur, ikan, keripik dan kue, namun jangan sering digunakan  berlebihan karena hal itu berbahaya terutama mencampur dengan bahan makanan aneh. Kandungan telur goreng dan rebus memang agak berbeda. Hal ini karena telur goreng sudah dicampur dengan minyak, sedangkan telur rebus hanya menggunakan air. Perbedaan media masak juga mempengaruhi kandungan vitaminnya seperti ikan asar, ikan goreng, ikan masak, ikan bakar, ikan kukus yang berbeda kandungannya sedikit.

Prinsip kehati-hatian dalam mencampur bahan makanan antara satu dan lainnya perlu dilakukan agar tidak terjadi keracunan. Ternyata masako yang dicampur telur rebus itu sangat berbahaya. Hal ini sudah saya alami beberapa tahun silam yaitu mengalami mati rasa. Jadi telur rebus yangg dilumuri dengan masako menyebabkan mati rasa yaitu kondisi di mana kita mengalami ketiadaan rasa, rasa senang, rasa sedih, rasa penasaran, semangat dll. Awal mula saya mengalaminya hanya terlihat kebingungan di kampus, tidak tahu mau bikin apa, semua terasa hambar. Kemudian keesokan harinya baru saya menyadari bahwa ini akibat dari masko campur telur rebus dan saya ceritakan kepada teman-teman mahasiswa. Anehnya ada seorang mahasiswi teman saya mencoba mengkonsumsi hal ini juga dan mengalami mati rasa. Dia pun datang ke saya membetulkan apa yang saya alami tentang mati rasa.
Jadi bila kamu ingin mengalami dan ingin tahu apa itu mati rasa? Coba aja mengkonsumsi telur rebus yang dilumuri dengan masako. Setelah kejadian yang saya alami tersebut saya mulai membatasi mengkonsumsi masako sebagai bahan penyedap rasa. Intinya masako dan MSG itu berbeda kandungannya. Masako lebih kompleks lagi. Harap berhati-hati untuk mencampur masako dengan makanan yang lain untuk mecegah hal serupa di atas kecuali sayur, ikan, kue, keripik dan sejenisnya.

Untuk mengetahui penyebab mati rasa saat telur rebus bertemu dengan masako dan menghasilan reaksi kimia. Kita bisa perhatikan kompoisisi kedua bahan di bawah ini.

Komposisi Masako

Gula, garam, penguat rasa ( mononatrium glutamat, dinatrium inosinal dan guanilat), ekstrak daging ayam, lemak ayam, bawang putih, bawang merah, pengatur keasaman (trinatrium sitrat), ekstrak protein kedelai, merica.

Komposisi Telur Rebus

Energi 150 kkalori, protein 12,2 gram, karbohidrat  0 gram, lemak 0 gram, kaslium 54 mg, fosfor 0 mg, dan zat besi 2,7 mg, vitamin A 900 UI, vitamin B1 0,1 mg dan vitamin C 0 gram (id.m.wikipedia.org)


Demikianlah artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya. Hindari dikonsumsi buat ibu hamil maupun orang sakit untuk campuran masako dan telur rebus karena berbahaya bagi kesehatan.


Sumber : pengalaman A. H. Adiansyah

Resep Membuat Telur Kuah, Nikmatnya.

Foto : nusiva.me

Selama ini mungkin kita hanya kenal dengan telur goreng, telur rebus, telur mata sapi dll. Tetapi tahu kah kita bahwa telur juga bisa dibuatkan masakan kuah yang sangat lezat. Berkreasi tentang makanan tak akan ada habisnya. Hal ini perlu dilakukan  untuk menambah selera makan kita yang sering berubah-ubah. Sejatinya tanpa makan kita sulit untuk hidup dan menjalaninya dengan baik.
Sesuai dengan judul di atas saya akan memberikan resep sederhana membuat telur kuah yang enak dan bisa juga dilakukan oleh anak kost. Adapun tahapan resep sebagai berikut ini.

1. Sediakan telur 3 buah sesuai kebutuhan.

2. Sediakan segenggam asam jawa.

3. Tuangkan isi telur dalam mangkok.

4. Tambahkan irisan bawang sedikit dan daun seledri serta garam, MSG secukupnya. Goreng di wajan hingga matang dan angkat.

5. Larutkan asam dalam air setengah semangkok yang lain.

6. Masukkan bawang potong ke dalam wajan panas yang berisi minyak. Kemudian bila sudah matang bawangnya, tuangkan air asam. Tunggu hingga mendidih.

7. Masukkan telur goreng di dalamnya. Tambahkan garam, MSG, gula secukupnya dan aduk hingga rata.

8. Bila sudah matang. Angkat dan sajikan.

Nah, demikian resep sederhana membuat masakan telur kuah yang sedap dinikmati. Memang terlihat sederhana namun agak spesial terutama bagi kita yang tinggal di kost ingin menikmati masakan yang bervariasi. Sebenarnya banyak sekali masakan yang bisa dikreasikan dengan telur tergantung pada kecakapan lidah kita mengenali kelezatannya. Resep di atas sering saya gunakan saat sudah bosan mengkonsumsi ikan dan sayur. Jangan lupa ya sahabat untuk terus mampir di situs ini karena akan mendapat informasi seputaran makanan dan minuman yang terus terupdate.



Sumber : A. H. Adiansyah resep
 

Monday, May 6, 2019

6 Bahan Penyedap rasa Asam Masakan Di Berbagai Daerah di Indonesia

Foto: pixabay.com

Indonesia yang luas dengan keberagaman rempah-rempah yang cukup banyak di berbagai daerah menjadi kekayaan rasa pada setiap kulinernya. Salah satu rasa yang paling dibutuhkan dalam sebuah masakan adalah rasa asam. Asam merupakan jenis rasa yang dibutuhkan manusia saat makan. Banyak masakan yang memerlukan asam seperti masakan ikan kuah asam, daging dan sayur. Tanpa rasa asam beberapa jenis masakan akan terasa hambar. Sumber asam yang paling banyak dipakai yaitu buah asam yang diproses sedemikian rupa yang biasa disebut asam jawa. Asam juga bisa dipakai sebagai bahan pengawet ikan dan daging serta makanan lainnya. Berikut ini 6 jenis bahan penyedap rasa asam di berbagai daerah.

1. Asam Jawa

Asam ini terbuat dari buah asam yang dijemur dan dikeluarkan isinya. Setelah dijemur beberapa hari kemudan dikukus sehingga berwarna hitam dan tahan lama. Setelah menjadi, maka dibungkuslah dan dijual di pertokoan seluruh Indonesia.  Mayoritas masyarakat di perkotaan menggunakan asam ini sebagai penyedap rasa asam masakan. Bisa dipakai masak ikan, cumi-cumi dan daging. Asam ini juga sering digunakan dalam pembuatan rujak dan acar karena kepadatan rasanya yang cocok. Sering juga digunakan sebagai bahan pengawet. Harga satu buah berkisar 3 ribuan. Asam yang sudah dibungkus memiliki bentuk kotak dan bundar. Asam jawa bisa dipakai dalam bentuk mentah maupun sudah dijemur.

2. Asam Mangga

Asam ini mayoritas dipakai di Sulawesi Selatan yang terbuat dari buah mangga asam mentah. Cara membuatnya yaitu buah mangga diiris-iris tebal memanjang. Biasanya 1 buah mangga dibuat 2 irisan, kemudian dijemur di matahari langsung. Setelah beberapa hari nanti akan mengering dan berwarna hitam mengerucut. Asam ini biasa juga dibungkus dan dijual di pertokoan karena sifatnya yang tahan lama seperti asam jawa. Asam mangga sering dipakai memasak ikan dan sayur. Menurut saya asam manggga lebih enak dibanding asam jawa. Asam mangga bisa dipakai dalam bentuk mentah  maupun sudah dijemur.

3. Asam Belimbing

Asam ini terbuat dari belimbing yang diiris dan dijemur selama beberapa hari. Setelah mengering akan berwarna hitam dan tentu saja tahan lama. Asam belimbing kering sering dipakai di Seram Maluku dan belimbing mentah di banyak daerah di Indonesia. Asam belimbing bisa dipakai dalam bentuk mentah maupun sudah dijemur. Asam ini paling enak apabila dipakai masak ikan dengan cita rasanya yang tersendiri yang berbeda dengan asam jawa dan asam mangga. Hal inlah yang membuat banyak orang yang menyukainya.

4. Asam Tarangguling

Asam ini terbuat dari buah Tarangguling yang berbentuk bulat seperti bola kasti. Cara membuatnya yaitu buah tarangguling dibelah menjadi dua dan dijemur. Setelah kerig akan berwarna hitam dan mengerucut. Tarangguling memiliki biji. Asam tarangguling mayoritas dipakai di Kepulauan Aru Maluku dan buah ini juga banyak tumbuh di Papua. Asam tarangguling paling lezat bila dipakai memasak ikan dan disajikan bersama papeda. Saya sangat doyan makan papeda denga kuah ikan asam dari tarangguling.

5. Daun Kedondong Hutan

Ternyata sumber asam sebagai bahan cita rasa masakan itu bukan hanya di dapat dari buah tanaman, tetapi juga dari daun tanaman seperti daun kedondong hutan. Memang daun kedondong hutan dan buahnya tergolong sangat asam dan cocok dijadikan bahan asam. Daun kedondong sering dipakai memasak ikan dan kadar asamnya tidak terlalu kuat sama seperti asam belimbing. Cita rasa kelezatannya pun memiliki kekhasan tersendiri. Sesungguhnya  asam daun kedondong hutan, asam belimbing, asam tarangguling tidak bisa digunakan sebagi bahan pengawet karena kadar asamnya yang halus dan tidak kuat. Ketiga asam ini hanya cocok sebagai penyedap cita rasa masakan.

6. Asam Jeruk Nipis

Asam ini juga enak dipakai masak ikan dan membuat sambal. Asam jeruk nipis diperoleh dari perasan airnya yang asam dan sering juga dipakai untuk membuat namas ikan dan sayur. Kekuatan asam yang dimiliki jeruk nipis bisa juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Air perasan jeruk nipis juga bisa tahan lama yaitu dengan cara dijemur beberapa hari, namun mengalami perubahan aroma rasa. Setelah dijemur beberapa hari, kemudian dimasukkan ke dalam botol dan siap dikonsumsi kapan saja.

Demikianlah beberapa informasi seputar sumber asam sebagai penyedap cita rasa masakan di berbagai daerah di Indonesia. Sesungguhnya masih terdapat banyak sumber tanaman yang bisa dijadikan asam. Namun saya hanya tahu dan pernah menjumpai 6 bahan di atas tersebut. Semoga tulisan ini bisa memberkan manfaat buat para ibu-ibu di rumah. Selamat memasak.


Sumber : pengalaman dan wawancara A.H.Adiansyah

Jenis Makanan Lauk Yang Cocok Buat Penderita TB

Foto: pixabay.com

Penderita TB pada kenyataannya tidak bisa mengkonsumsi makanan sembarangan, apalagi bila sudah berulangkali kambuh. Hal inilah yang membuat banyak penderita yang bosan dan tidak semangat. Ada banyak sekali makanan yang pantangan bagi penderita TB seperti cita rasa pedas, asam, asin, terlalu manis dan berminyak. Namun pedas, asam adalah pantangan terbesar yang tidak boleh dilangggar. 

Pasien yang tida mau ikut aturan mengkonsumsi makanan akan sangat berdampak pada penderitaan dan pengobatan yang lama dan banyak menyebabkan kematian mendadak. Namun bila kita tidak mengkonsumsi masakan yang ditumis akan membuat kita bosan dan menurunkan nafsu makan yang berdampak pada pisik yang semakin kurus. Oleh karena itu kita perlu berkreasi mengolah makanan agar tidak membosankan dan bisa dikonsumsi sesuai aturan penyakit TB. Berikut ini beberapa resep makanan lauk yang cocok sekali untuk mempercepat penyembuhan.

1. Ikan bakar dan panggang

Ikan bakar dan panggang adalah lauk yang cocok untuk dikonsumsi setiap hari oleh penderita TB karena ikan mengandung vitamin dan mineral yang akan menguatkan tubuh dan mempercepat penyembuhan. Ikan bakar dan panggang aman dikonsumsi sama halnya dengan ikan masak tanpa tumis.

Pada penderita TB yang menjalani proses pengobatan 6 bulan diwajibkan untuk selalu mengkonsumsi ikan agar proses penyembuhan penyakit cepat dan kondisi tubuh tidak kurus. Hindari mengkonsumsi ikan goreng dan ikan tumis karena mengandung minyak yang banyak dan sangat buruk bagi pasien TB, apalagi sering batuk-batuk. Sumber tenaga dari ikan akan membantu menguatkan tubuh kita yang lemas akibat terlalu memilah makanan dan kebosanan dalam menjalani proses pengobatan. Selain itu jangan lupa untuk menghindari mengkonsumsi ikan Samandar karena dagingnya berbisa yang bisa menyebabkan nyeri pada tubuh kita yang lagi sakit.

2. Telur Bakar

Bagi pasien TB ada saat-saat yang kita merasakan kebosanan yang panjang dalam mengkonsumsi makanan. Hal ini wajar karena kita dibatasi keinginan terhadap beberapa makanan demi kesembuhan kita. Namun kita dituntut untuk selalu kreatif menciptakan yang enak dan aman bagi penyakit. Salah satu makanan yang enak yaitu telur bakar. Mungkin selama ini kita berpikir bahwa telur itu hanya digoreng dan dimasak, padahal bisa juga dibakar. Cara membuat telur bakar yaitu tuangkan isi telur dalam piring, tambahkan sedikit irisan bawang merah dan daun seledri untuk menabah cita rasa aroma yang enak. Beri garam dan miwon secukupnya, kemudian aduk hingga merata. Panaskan panci di atas kompor dan tuangkan telur. Tunggu hingga matang. Selamat mencoba.

3. Papari Abon

Rasa pahit pada buah papari banyak ditakuti orang, namun bila kita pintar mengolahnya menjadi abon, maka akan membuat kita lupa berdiri. Papari abon yang dicampur dengan ikan panggang. Cara membuatnya sederhana yaitu potong-potong papari menjadi kecil dan rebus, buang airnya. Keluarkan ikan panggang dan buat kecil-kecil atau tumbuk. Masukan potongan papari rebus dan campuran ikan ke dalam wajan panas. Bubuhi garam, bawang halus dan miwon. Aduk hingga rata dan mengering. Papari abon siap dikonsumsi dalam beberapa hari. Jangan lupa untuk sering memanaskan saat hendak mau makan.

Demikianlah beberapa resep makanan yang cocok bagi yang menderita TB agar senantiasa semangat dalam mengkonsumsi makanan. Meskipun kita sakit haruslah senantiasa semanagat dalam menaikamati makanan agar kita  cepat sembuh. Alangkah aneh bila kita ingin cepat sembuh, tetapi malas untuk makan dan pastilah mendatangkann efek buruk bagi tubuh kita. Selamat mencoba semoga para penderita cepat sembuh. Jangan lupa untuk selalu rajin minum obat. Doa terbaik untuk kalian dari saya. Semoga tabah dan cepat pulih. Amiin.


Sumber : A.H.Adiansyah exprimen