Sunday, May 5, 2019

3 Jenis Makanan Yang Bikin Jomblo Happy di Malam Minggu

Foto: pixabay.com

Jadi Jomlo itu memang tidak enak, selain sering diledekin banyak orang juga bad mood yang sering menyerang. Namun bagaimana pun  status kita yang penting kita masih sehat dan hidup. Malam minggu sering menjadi pamor bagi mereka yang memiliki pasangan hidup baik yang sah maupun yang belum untuk menikmati kencan asmara di sudut keramaian kota. Namun bagi kamu para jomlo yang terhormat lebih bagus menata hati dan perbanyak belajar di rumah dan jangan terprovokasi lalu ikut-ikutan yang tentu saja tidak terlalu bermanfaat di luaran sana, apalagi sendirian keluar khan ngenes!. Jangan usah risau bila hanya menghabiskan di rumah waktu luang di malam minggu. Sebaikmya dengan membuat acara masakan spesial untuk dinikmati agar tambah happy. Makanan spesial juga berpengaruh besar terhadap kesehatan dan pikiran kita agar selalu happy menghadapi kenyataan hidup dengan sendirian. Sendiri memang berat, tetapi jauh lebih berat menerima kenyataan hidup.

Berikut ini beberapa makanan yang bisa membuat para jomblo happy di malam minggu.

1. Nasi Goreng

Bukan hanya pizza yang enak dinikmati pada malam minggu, tetapi juga nasi goreng. Mengadakan acara makanan spesial sekali di akhir pekan adalah hal yang sangat seksi terutama bagi mereka yang hobinya makan, ngemil, minum dan kreatif. Resep nasi goreng pun banyak di internet berseliweran tergantung kita mau pilih yang mana. Anda bisa berkreasi sesukanya misalnya nasi goreng yang dicampur tomat, mie, telur mata sapi dan sambal. Patilah enak bangat. Sesungguhnya nasi goreng sudah favorit di kalangan banyak orang dan sering di buat sesekali. Cara membuat nasi goreng juga tidaklah sulit karena semua bahan dasarnya mudah ditemukan di sekitar kita.

2. Rujak

Rujak lebih tepatnya disebut cemilan yang banyak digemari terutama kaum ibu-ibu dan tentu saja juga oleh para jomblo. Rujak terasa spesial bila dinikmati sesekali di akhir pekan bersama keluarga dan tetangga. Bahan-bahannya pun tergolong mudah sperti kedondong, nenas, pepaya, asam, gula dan lainnya. Cara membuat rujak spesial yaitu buah kedondong dikupas dan diiris kecil-kecil, buah nenas dan pepaya mengkal diiris kecil juga, kemudian dicampur aduk. Tabahkan asam dan gula merah. Bisa juga ditambahkan kacang goreng tumbuk. Selamat menikmati. Semoga kejombloan bisa terhibur.

3. Tahu Isi dan Tempe

Tahu dan tempe bisa diolah menjadi cemilan yang nikmat menemani malam minggu. Misalnya membuat gorengan tahu isi dan tempe yang disajikan bersama sambal kacang, pasti akan terasa nikmat. Ada banyak resep di internet yang bisa ditiru untuk membuat makanan spesial. Kenapa harus makan TAHU? Karena agar kita bisa tahu bahwa jomlo itu harus dimanfaatkan dengan baik bukan dengan hal buruk seperti terlibat kegiatan terlarang lainnya terutama bagi kaum pria. Gunakanlah masa kejombloanmu dengan baik terutama  berkreasi agar bisa bermanfaat bagi kehidupan ke depannya.

Demikianlah beberapa rekomendasi makanan buat jomblo agar selalu happy di malam minggu. Tulisan ini hanya sekedar hiburan agar jomloers jangan merasa minder menghadapi kenyataan dengan sendirian. Yakin dan percaya bahawa kamu tidak sendiri, tetapi bersama Tuhan Yang Maha Esa. Ketika kita sering mengingat Tuhan, maka kita akan terhindar dari perbuatan terlarang.
Jangan lupa perbanyak minum Aqua ya agar mampu menghadapi kenyataan hidup yang sering pelik.


Sumber : opini pekan A. H. Adiansyah

Pendidikan Anak Dalam Momen Makan Bersama

Foto: pixabay.com

Menikmati sajian makan bersama keluarga merupakan kebahagiaan tersendiri. Setiap orang menginginkan hal semacam ini selalu terwujud sepanjang hidup. Momen makan bersama keluarga yaitu ibu, ayah, anak-anak dan nenek-kakek mempunyai banyak manfaat seperti memperat, membahagiakan, dan edukasi. Dengan berkumpul bersama bisa mempererat satu sama lain menikmati masakan yang enak dan suatu saat ketika kita jauh bisa merindukan momen ini kembali.

Pada momen ini kita bisa mengajarkan kepada anak-anak arti sebuah kebersamaan dan berbagi sehingga mereka akan tahu bahwa bersama itu indah dan jangan pernah pelit. Orang tua juga bisa memberikan contoh yang baik kepada anaknya  sebelum makan harus mencuci tangan meskipun memakai sendok agar terhindar dari bakteri. Orang tua juga mengajak anak-anak berdoa sebelum makan agar terhindar dari godaan setan selama makan. Kemudian orang tua juga harus memberitahukan manfaat makan nasi, ikan, sayur dan buah-buahan bagi kesehatan tubuh. Kemudian mengajarkan bahwa saat sedang makan tidak boleh mulut berbunyi, tidak boleh bercerita dan banyak lagi.

Sikap mendidik dan memberikan teladan kepada anak-anak sangatlah penting agar anak mengetahui cara makan yang baik dan sopan. Di sinilah peranan orangtua  sangat penting agar anak tidak serampangan dalam urusan perut sehingga kelak ketika besar tidak makan dengan rakus, tidak makan sembarang tempat serta tidak makan makanan haram. Mungkin hari ini sudah agak jarang proses pendidikan seperti ini di meja makan seperti orang tua kita dulu-dulu. Para orang tua kita dulu-dulu memberikan nasehat yang banyak saat berada di meja makan agar kita bisa menjadi manusia yang berakhlak mulia. Inilah mungkin alasan mengapa orang dahulu jarang makan barang haram, beda dengan orang jaman now yang makan apa saja termasuk makan uang rakyat (koruptor).

Sehabis makan bersama ibu membereskan meja makan dan ayah serta anak-anak rehat sejenak menurunkan makanan dalam perut sambil sang ayah memberikan nasehat-nasehat yang bijak pada mereka. Demikian gambaran pendidikan anak dalam momen makan bersama. Tulisan ini semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.



Sumber : Analisa dan pengalaman A. H. Adiansyah

Saturday, May 4, 2019

Mengenal Pentingnya Persiapan Bahan Makanan Menjelang Puasa

Foto ; pixabay.com

Kita ketahui bersama bahwa pada saat menjelang puasa pasti bahan pangan akan mahal. Hal inilah yang selalu diantisipasi oleh banyak masyarakat muslim di pedesaan. Puasa yang merupakan kewajiban rutinitas setahun sekali dirayakan dengan sangat istimewa tentu saja dengan memperlakukannya beda dengan di bulan-bulan yang lain. Bahan makanan yang perlu dipersiapkan yaitu beras, bawang, gula, terigu dan bumbu dapur.

1. Beras

Beras merupakan bahan pokok yang utama sekali di bulan Ramadhan yang perlu disiapkan jauh-jauh hari sebelum bulan puasa tiba. Hal ini agar bisa menghemat belanja saat menyambut bulan puasa sehingga kita tidak lagi repot-repot memikirkan bahan konsumsi. Bila beras sudah tersedia di jauh awal ramadhan membuat kita hanya fokus beribadah saat bulan puasa tiba. Mengantisipasi dengan persediaan bahan makanan yang cukup memang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat muslim di berbagai daerah di Indonesia khususnya di daerah terpencil.

2. Gula dan Terigu

Mempersiapkan gula dan terigu jauh hari sebelum masuk puasa adalah hal yang penting karena gula dan terigu adalah kebutuhan dasar pembuatan kue. Kita ketahui bersama bahwa di bulan ramadhan konsumsi kue kita akan semakin meningkat jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan biasanya. Gula dan terigu juga rentan terhadap kenaikan harga. Tentu saja akan mahal saat masuk bulan puasa. Bagi keluarga kecil mungkin persiapan 1 karung gula dan 1 karung terigu sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan. Selain gula dan terigu juga ada mentega, telur dan bahan kue lainnya yang perlu disiapkan.

3. Bawang dan bumbu dapur

Bawang merah dan bawang putih merupakan kebutuhan dapur yang sangat penting dipersiapkan sebelum masuk puasa. Hal ini karena bawang sering mengalami kelangakaan dan harga melambung tinggi seperti saat ini. Kebutuhan akan bawang pada cita rasa masakan menentukan kualitas gizi makanan yang kita konsumsi selama berpuasa. Makanan sahur semua orang menginginkan lezat dan bergizi sehingga energi kita menjalani puasa tidak kendor. Jangan lupa juga bumbu dapur seperti merica, kuning, minyak goreng, ketumbar, cabe dan lainnya juga perlu dipersiapkan. Tak kalah pentingnya juga mempersiapakan bahan bakar dapur seperti tabung LPG dan minyak tanah.

Banyak orang yang tidak terlalu peduli mempersiapkan segala hal bahan makanan menjelang ramadhan, justru cenderung merepotkan dan membuat dana keuangan terkuras. Bayangkan bila 2 minggu sebelum puasa harga bawang merah menyentuh kisaran 20ribu per kilo dan masuk puasa sudah menyentuh 35-40ribu per kilo. Tentu saja akan menguras dompet kita apalagi bila kita hanyalah berpenghasilan sedikit. Tentu bagi ibu-ibu perlu dipertimbangkan lagi cara mempersiapkan semua hal jauh hari sebelum kita berpuasa. Bila semua persiapan sudah ada, kita hanya biasa fokus membeli ikan dan sayur setiap hari dan tidak lagi pusing memikirkan yang lain-lain.


Sumber : analisa sosial A. H. Adiansyah

Kebahagiaan AYAM dan BEBEK di awal bulan suci RAMADHAN

Foto: pixabay.com

Tahu kah kita bahwa sesungguhnya Ayam dan Bebek itu bahagia di awal Ramadhan?

Hal ini dikarenakan mereka adalah bahan sajian makanan yang spesial di hampir seluruh rumah masyarakat muslim di Indonesia pada sahur pertama puasa. Jauh hari sebelum bulan Ramadan tiba, orang-orang baik yang kaya maupun yang miskin, baik yang di kota maupun yang di kampung akan bahagia menyiapkan daging ayam dan bebek sebagai makanan sahur pertama. Ayam dan Bebek pun merasa bahagia mengorbankan dirinya demi mukmin yang bertakwa kepada Allah swt, di mana puasa adalah perintah Allah swt kepada orang-orang yang beriman dan percaya kepada hari akhir.

Sesungguhnya semua hewan itu diciptakan untuk dimanfaatkan dengan baik oleh manusia. Maka sudah seharusnya bila tiba puasa akan dipotong dan dibuat coto. Berbagai resep jenis masakan sahur pun bisa dibikin seperti ayam rica-rica, ayam rendang, coto ayam dan bebek, opor ayam dan bebek betutun serta sate ayam.

Tentu saja Semua orang baik itu bapak-bapak, anak-anak, kakek-nenek dan ibu-ibu pasti bahagia makan sahur dengan masakan ayam spesial terlebih lagi oleh saya yang jarang makan ayam. Yang tidak suka makan ayam dan bebek hanyalah para vegetarian dan orang yang tidak punya ayam lalu tidak punya uang, tetapi kalau di beri pasti suka kok. Daging ayam dan bebek menjadi menu spesial di awal puasa pertama yang hari pertama puasa sedikit melelahkan sehingga kehadiran ayam dan bebek dalam perut menambah energi extra bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah puasa. Memang hari pertama puasa itu membuat kita sangat terasa karena sebuah aktifitas maupun kebiasaan itu awalnya yang terasa susah, namun hari berikutnya akan biasa-biasa saja.

Jangan lupa bagi kita yang kaya dan peternak untuk menyedehkankan makanan spesial pada hari sahur pertama supaya mendapat pahala yang berlipat ganda di bulan Ramadan. Alangkah indahnya bila kita mengundang orang terdekat yang tidak mampu beli ayam untuk bersama kita menikmati sahur pertama di rumah sehingga semua akan terasa nikmat dan berkah. Kebahagiaan yang dirasakan kaum muslimin dalam menjalankan ibadah puasa tidak terlepas dari rasa syukurnya kepada Allah swt. Namun demikian meskipun kita tidak makan ayam dan bebek pada sahur pertama tidak masalah juga, apapun yang kita makan yang penting niat kita ridho dan bersyukur kepada Allah swt pasti kita akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam beribadah di bulan Ramadhan.

Demikianlah tulisan ulasan kali ini. Pada dasarnya bukan hanya ayam dan bebek saja yang bergembira berbahagia, tetapi yang makan ayam dan yang tidak, karena mereka semuanya yang menjalankan ibadah puasa dengan harapan khusuk di bulan ramadan yang penuh dengan berkah ini.

Sumber : Pengamatan ekslusif A. H. Adiansyah
.

Perantau Yang Rindu Makan Sahur dan Berbuka Puasa Di Kampung Halaman

Merantau adalah sebuah proses dan pilihan hidup banyak orang. Kehidupan di perantauan seringkali membuat seseorang ingat akan kampung halamannya. Ada saat-saat di mana ia duduk sendiri di pojokan, di kamar sambil merindukan sanak saudaranya terlebih ibu bapaknya. Kedatangan bulan ramadhan menjadi cermin bagi mereka untuk mereka-reka seluruh lintasan perjalannya, kerinduannya bersama ayah dan ibu menikmati makan sahur pertama dan berbuka puasa. Ramadhan sesungguhnya adalah bulan kesadaran di mana kita sadar bahwa makan sahur di perantauan itu berbeda rasanya bila tidak di kampung halaman bersama keluarga. Di sinilah ada keinginan terdalam kita untuk menjalani keceriaan di rumah dan makan sahur pertama yang sungguh menyenangkan seperti dahulu kala. Pastilah para perantau ingin mencicipi masakan ibunya, menikmati indahnya membunyikan piring dan gelas dengan adik-kakak serta ingin merasakan takjil buatan ibu.


Bagi para perantau seperti mahasiswa dan pekerja pasti sering merasakan saat-saat rindu ingin pulang ke kampung halaman. Tentu saja semarak bulan puasa berbeda dengan di kota/perantauan yang kita tak punya siapa-siapa. Sedangkan bila di kampung halaman kita akan rayakan dengan semarak seperti sibuk membangunkan tetangga saat subuh, berlomba-lomba ke masjid, pergi manjat kelapa untuk membuat makanan takjil, bermain domino sekampung sambil menunggu buka puasa (ngabuburit) dan banyak lagi.


Bersyukurlah bagi mereka yang masih memiliki ibu, bapak dan saudara bisa menelpon sambil mengucapkan marhaban ya Ramadan dan mengucapkan maaf. Tetapi alangkah sedih bagi para perantau yang tidak punya siapa-siapa lagi di kampung halaman, ibu dan bapak telah lama meninggal. Sungguh hanya air mata yang bisa menjelaskan semua kesedihan yang terbungkus rapi dengan kerinduan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan bersama keluarga. Sebagai mana  diungkapkan dalam puisi berikut ini.


Ada sepiku
Aku menangis
Rindu
Semua datang tiba-tiba mengundangku melihat kampung halaman dahulu
Penuh ceria dan takwa
Aku lihat bahagia itu di mata ibu dan bapak
Ramadhan yang mengajarkanku iman dan ketulusan
Tapi kini aku sendiri
Membayangkan jarak, ibu, masa, dan kenangan.


Sahabatku yang budiman,  bersyukulah bagi kalian yang puasa bersama orang tua lengkap di kampung halaman, gunakanlah momen itu dengan baik. Sementara kami yang di rantauan iri sekali ingin seperti kalian. Karena ketika kalian tidak pergunakan momen itu dengan baik, suatu saat kalian juga akan merasakan sebuah kerinduan yang bergelimang penyesalan. Ramadhan adalah tempat di mana kita sama-sama menuju Allah swt, beriman dan bertakwa. Jangan lupa kita untuk selalu berbuat baik di bulan ini baik itu saat di kampung maupun saat di perantauan agar Allah swt senantiasa meridhoi dan memberikan rahmah serta ampunannnya. Amiin.



Sumber : Pengalaman A. H. Adiansyah.

Monday, February 18, 2019

Mengenal Dendeng Sebagai Makanan Andalan Masyarakat Indonesia


Foto: pixabay.com


Dendeng merupakan salah
satu bentuk olahan daging yang bersifat tradisional, yang sudah dikenal dan dikerjakan oleh masyarakat Indonesia sejak lama, rasa dan aromanya yang khas serta sesuai dengan selera masyarakat menyebabkan dendeng digemari secara luas, yang dibuat dengan membuat irisan daging dengan ketebalan tertentu dan menambahkan bumbu, garam, dan gula, kemudian dikeringkan.

Ditinjau dari cara pembuatannya, dendeng dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu dendeng sayat dan dendeng giling. Dendeng sayat adalah daging yang disayat tipis- tipis, direndam dalam bumbu (ketumbar, bawang putih, lengkuas, asam, gula, dan garam), kemudian dikeringkan. Dendeng giling adalah daging yang digiling, ditambahkan dengan bumbu-bumbu (ketumbar, bawang putih, lengkuas, asam, gula, dan garam), dicetak dalam bentuk lembaran-lembaran tipis kemudian dikeringkan (Purnomo, 1990).

Dendeng sayat mempunyai rasa yang lebih lezat dibandingkan dendeng giling, sedang kerugiannya adalah harus menggunakan daging yang lebih bagus, utuh, agar bisa diiris, sehingga harganya lebih mahal, sedang dendeng giling bisa menggunakan potongan- potongan daging yang kecil atau tidak beraturan kemudian bisa digiling.

Dendeng adalah irisan kering daging yang telah diberi bumbu, dan kadang-kadang telah mengalami proses pemasakan. Dengan demikian dendeng berbeda dengan daging kering yang tidak diberi bumbu (kecuali garam). Pembuatan dendeng tidak sulit, dan dapat dilakukan dengan alat-alat yang biasa terdapat di rumah tangga.

Dendeng daging sapi atau dendeng daging unggas adalah produk yang umumnya dianggap -stabil yaitu tidak memerlukan pendinginan setelah pemrosesan. Secara historis, pengeringan daging untuk menghasilkan dendeng dianggap sebuah proses pengawetan yang aman dan rasa dendeng telah membuatnya menjadi produk makanan yang populer.

Dendeng merupakan produk yang mudah untuk mempersiapkan, ringan, memiliki kandungan gizi yang kaya, dan stabil tanpa pendinginan. Salah satu produk olahan daging yaitu dendeng giling -daging sapi. Dendeng giling merupakan bahan pangan semi basah dengan kadar air 20% - 40% (Fachrudin, 1997).

Bahan-bahan Pembuatan Dendeng

Bahan baku dendeng umumnya berasal dari daging sapi, yang dikenal dengan produk dendeng sapi, tetapi daging unggas (ayam, itik, puyuh afkir) bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan dendeng giling. Sebagian Masyarakat Maluku juga membuat dendeng dari daging dugong/duyung karena dagingnya menyerupai daging ayam. Daging ayam bisa didapatkan dengan mudah di pasar tradisional dengan harga yang lebih murah bila dibandingkan daging sapi, dan selalu tersedia karkasnya bila dibandingkan jenis unggas yang lain, sehingga pemanfaatan daging ayam sebagai produk dendeng ayam giling tidak akan kesulitan terhadap bahan bakunya, harganya pasti lebih murah dari dendeng sapi, disamping itu bahwa daging ayam mengandung tinggi protein 23,2%, rendah lemak 1,6 %, mineral 0,98 %, dan besi 0,07% (Anonimus, 1999), dan komposisi asam lemak tidak jenuh lebih tinggi, serta rendah asam lemak jenuh dibanding daging sapi (Anonimus, 2010).

Bumbu yang digunakan dalam pembuatan dendeng adalah : Ketumbar, bawang putih, lengkuas, asam, garam, dan gula. Proses pembuatan dendeng ini belum dibakukan, sehingga tidak ada standar tertentu. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya variasi produk, baik dari kualitas maupun daya simpan. Ciri-ciri dendeng yang baik adalah warna dendeng merah coklat sampai coklat, bersih, aromanya sedap, tekstur tidak liat, agak kering, dan rasa agak manis dan gurih.

Kualitas dendeng ditentukan oleh bahan baku dan bahan lain yang ditambahkan, seperti pemanfaatan nangka muda, dan bunga pisang, yang akhir-akhir banyak dikerjakan oleh masyarakat, untuk mengurangi beaya produksi dendeng. Nangka muda (Gori/Tewel bahasa Jawa) merupakan jenis buah yang dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai macam masakan yang lezat, seperti gudeg Yogya yang sangat terkenal di Indonesia, sayur lodeh, sayur asem, dan masakan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia lainnya, sehingga perlu diteliti pemanfaatan buah nangka muda dalam pembuatan dendeng ayam giling.

Keuntungan produk dendeng ayam dengan penambahan buah nangka muda antara lain adalah : menambah keaneka ragaman pengolahan daging ayam dengan kombinasi buah nangka muda, meningkatkan daya simpannya, menghemat tempat penyimpanan, memudahkan distribusi. Kerugian produk dendeng adalah terjadinya perubahan pencoklatan non enzymatis (reaksi Maillard) yaitu reaksi antara asam amino daging dengan gugus karbonil yang berasal dari gula atau karbohidrat lainnya, yang bisa mengakibatkan terjadinya perubahan rasa dan flavor pada dendeng yang menyebabkan kurang disukai konsumen.

Dalam ilmu Teknologi Pangan, dendeng termasuk ke dalam golongan makanan setengah basah (Intermediate Moisture Meat/IMM), dengan kandungan air 20-25 %, Aw 0,6 – 0,9, merupakan makanan yang tidak perlu disimpan pada suhu dingin, stabil pada suhu kamar, perkembangan mikrobia terhambat, dan bisa awet selama kira-kira 6 bulan pada suhu ruang dalam pengemasan yang baik. Keawetan dendeng karena penambahan gula dan garam dalam pembuatannya (Purnomo,
1996).

Garam adalah bahan yang penting dalam pengawetan daging, ikan dan bahan makanan lain di Indonesia (Buckle, Edwards, Fleet dan Wooton, 1985). Garam akan menghasilkan berbagai pengaruh terhadap makanan, terutama dapat menghambat mikroorganisme pembusuk yang mengkontaminasi bahan pangan, mempengaruhi aktivitas air, sehingga dapat menghambat mikroorganisme yang tidak dikehendaki (Winarno dan Laksmi, 1983).

Penggunaan garam dan gula yang ditambahkan pada pembuatan dendeng adalah berperan sebagai humektan yang dapat menurunkan kadar air dan aktivitas ais (Aw) serta meningkatkan rasa pada dendeng (Purnomo, 1990).

Gula terlibat dalam pengawetan dan pembuatan aneka ragam produk-produk makanan, apabila gula ditambahkan ke dalam bahan pangan dalam konsentrasi yang tinggi (paling sedikit 40 %) menyebabkan sebagian air yang ada menjadi tidak tersedia bagi pertmbuhan mikroorganisme dan aktifitas air bahan pangan akan menjadi berkurang. Pada konsentrasi lebih dari 70% gula dapat dapat mencegah berbagai kerusakan bahan pangan. Penambahan gula pada kadar yang tinggi akan dapat menyerap dan mengikat air, sehingga tidak bebas lagi digunakan oleh mikroorganisme (Buckle et all.,1985). Gula yang digunakan dalam pembuatan dendeng berasal dari gula kelapa dari pohon nira yang dapat menurunkan aktiviitas air (Purnomo, 1979).

Peranan gula dalam kyuring daging mempunyai beberapa fungsi antara lain, sebagai penyedap rasa, mengurangi rasa asin dari pemberian garam/menjaga keseimbangan rasa dari penggunaan garam, menghalangi pertumbuhan mikroorganisme, memperbaiki warna daging, sebagai pengawet (Palupi, 1986, Priyanto, 1987). Hasil penelitian Widati, Sawitri, dan Thohari (1997) tentang penggunaan gula 40 % dan garam 2,5 - 5 % pada pembuatan dendeng ayam petelur afkir, menghasilkan produk dendeng dengan kandungan air 21,14 - 24,25 %, protein 21,33 – 23,29 %, lemak 4,44 - 4,77 %, abu 5,64 – 6,74 %, dan Aw 0,64 – 0,66. Rempah-rempah antara lain ketumbar, bawang putih, lengkuas, dan buah asam sebagai bumbu yang digunakan dalam pembuatan dendeng, adalah untuk meningkatkan rasa, dan aroma dari dendeng (Heath, 1973, Purnomo, 1996).

Nangka (Artocarpus heterophylllus) atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Jackfruit, umumnya yang dimanfaatkan adalah daging buahnya yang sudah matang untuk diolah menjadi beragam minuman dan makanan ringan, sedangkan buah nangka muda (disebut gori/tewel bahasa jawa) sangat digemari sebagai bahan sayuran, yaitu masakan tradisional misalnya Gudeg Yogya, gulai nangka Minangkabau, sayur asem Jawa barat, dan beragam masakan tradisional lainnya (Anonimus, 2011 a). Oktaviani (1999), meneliti tentang penambahan jerami nangka muda 0%, 15%, 30%, 45% pada dendeng daging kerbau dan menghasilkan kualitas yang sama pada kontrol dan penambahan 15 %, ditinjau dari rasa, warna, bau, dan tekstur.



Sumber Buku :

Eko Saputro, 2013. Dendeng Olah Alami Daging Padang: DIKLAT TEKNIS TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAGING BAGI PETUGAS TEKNIS PETERNAKAN/PENYULUH PERTANIAN.

Sunday, February 17, 2019

Menikmati Roti Panggang Isi Jamur, Begini Cara Membuatnya


Kue juga merupakan kebutuhan yang selalu menuntut untuk dipenuhi setiap hari sehingga membuat kita untuk selalu berkreasi dan menginginkannya. Mungkin kita sering makan roti setiap hari. Ada roti donat, roti tawar, roti sarinda, roti bola, roti kaya dan hampir juga roti miskin (Yah, orangnya miskin bukan rotinya). Ini merupakan hidangan spesial saat sarapan pagi sebelum pergi kerja. Tak terkejut bila kue seperti ini banyak dicintai oleh adik-adik, kakak-kakak, ibu-ibu, bapak-bapak, nenek-nenek dan kakek. Namun roti kali ini berbeda dengan yang disebutkan di atas. Roti ini berisi jamur sebagai isinya dan taburan keju yang sangat enak.

Berikut ini cara membuatnya.

1. Alat dan Bahan-bahan

- 3 buah roti lapis
-100 g jamur
-20 g keju parut
- Oven dan talang

Cara Membuat

1. Cincang jamur menjadi halus dan campurkan minyak.

2. Potonglah setiap lapisan keju (kerak).

3. Sebarkan jamur cincang ke atas irisan secara merata.

4. Taburkan dengan keju parut dan potong setiap irisan menjadi 4 bagian.

5. Letakkan potongan-potongan roti di dalam talang dan panggang di Oven dengan derajat 750 W pada selama 1-2 menit.

6. Setelah matang lalu angkat dan sajikan. Jangan lupa bagi ke saya ya.
Ini merupakan kreasi tersendiri. Buat yang mau coba bikin silahkan. Bisa dilihat digambar aslinya di atas sebagai ilustrasi agar tidak salah bikin. Para ibu pasti senang banyak membuat kue termasuk ibu saya. Sekian dulu, semoga bisa bermanfaat.


Sumber : Diterjemahkan dari whirlpool; cookbook  dengan pengubahan seperlunya oleh A. H. Adiansyah